Friday, 04 September 2026
Hot

Aksi Warga Ciampea: Minimarket Ilegal Diminta Jadi Koperasi Desa Merah Putih

Warga Ciampea Bogor desak Pemprov Jabar tertibkan aset negara yang dipakai minimarket ilegal. Mereka ingin lokasi itu menjadi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, JAWA BARAT – Puluhan warga Cihideung Ilir, Ciampea, menyegel minimarket yang diduga beroperasi tanpa izin dan mendesak lahannya dialihfungsikan menjadi KDMP, Sabtu (29/8/2026).

Aksi ini dipicu oleh kekecewaan warga terhadap minimarket yang diduga telah beroperasi tanpa legalitas sejak masa izinnya kedaluwarsa pada tahun 2016.

Lahan minimarket tersebut juga disebut-sebut sebagai aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang penggunaannya dipertanyakan warga.

Article ad in the middle of article

Aksi penyegelan ini berlangsung, di depan minimarket tersebut. Massa membawa spanduk besar untuk menyoroti masalah legalitas dan dampak negatif keberadaan minimarket terhadap usaha kecil dan menengah (UMKM) lokal.

Perwakilan warga, Sambas Alamsyah, mempertanyakan kelangsungan operasi minimarket tanpa perpanjangan izin yang jelas.

Kepala Desa Cihideung Ilir, Ilman, membenarkan bahwa minimarket tersebut beroperasi tanpa izin sah setelah pengukuran oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Ini justru menjadi pertanyaan kami, kenapa bisa ada di bangunan tersebut sementara Bapak Kades sendiri tidak tahu perpanjangannya seperti apa, legalitasnya seperti apa,” Ujar Sambas Alamsyah.

“Di situ baru kami mengetahui dan pasti bahwasanya tempat yang dikelola oleh tadi inisial EM sudah habis sejak tahun 2016. Dan sekarang 2026, artinya kegiatan operasi usaha di sini, di tempat ini, berjalan tanpa izin,” Kata ilman.

Pihak pemerintah desa mendukung penuh aksi warga dan telah mengajukan permohonan resmi pengalihan aset kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna mendukung program KDMP.

Ilman menambahkan bahwa transparansi dalam penanganan legalitas lahan sangat penting agar masyarakat merasa aman dan terlibat dalam proses pembangunan.

Warga Ciampea berharap agar pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang tidak hanya mengakomodasi kepentingan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan kesejahteraan komunitas setempat. Pengalihan fungsi bangunan menjadi Koperasi Desa dinilai jauh lebih bermanfaat untuk mendorong perekonomian warga.

Article ad after last paragraph