Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, JAWA BARAT – Hilal Firmansyah resmi terpilih sebagai Ketua Kadin Kabupaten Bogor periode 2026-2031 dalam Mukab IX di Cibinong, Rabu (2/9/2026).
Hilal Firmansyah berhasil mengumpulkan sebanyak 279 suara, mengungguli pesaing utamanya, Sulhajji Jompa, yang meraih 210 suara. Kemenangan ini menunjukkan keunggulan Hilal sebanyak 69 suara dalam kontestasi kepemimpinan Kadin Kabupaten Bogor.
Pemilihan berlangsung ketat di Ball Room Hotel Harris, Cibinong City Mall (CCM), pada Rabu, 02 September 2026 malam, sekitar pukul 22:00 WIB. Hilal Firmansyah kini akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan yang sebelumnya diemban oleh Shinta Dec Checawati.
Sebelum pertarungan head-to-head ini, seorang pengusaha ekspor dan impor barang, Ridwan “Brehom” Rusliandi, memutuskan untuk mundur dari arena pemilihan. Ia dikabarkan memberikan dukungan penuh kepada Hilal Firmansyah.
“Alhamdulillah perjuangan yang tak mudah ini membuahkan hasil. Kemenangan ini karena tim yang dibentuk kerja solid meyakinkan anggota Kadin, jika Hilal Firmansyah sosok yang tepat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dari Ibu Shinta,” Ujar Hilal Firmansyah.
Hilal Firmansyah dikenal sebagai putra pertama dari pengusaha jasa konstruksi senior di Kabupaten Bogor dan Jawa Barat, Tb. Nasrul Ibnu HR. Ia sendiri merupakan pengusaha yang bergerak di sektor jasa konstruksi sekaligus Ketua Gapensi Kabupaten Bogor.
Latar belakang pendidikannya meliputi ilmu ekonomi di Universitas Trisakti, Jakarta, serta pendidikan strata 2 ilmu ekonomi pembangunan di Sekolah Pasca Sarjana Manajemen dan Bisnis IPB University. Para pendukungnya meyakini latar belakang ini menjadikannya sosok yang tepat memimpin Kadin Kabupaten Bogor.
“Masih muda memiliki jiwa visioner sehingga di bawah kepemimpinan beliau, Kadin bisa sejalan dan senapas dengan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memecahkan sejumlah persoalan, satu diantaranya menekan angka pengangguran,” Tambah para pendukung setianya.
Kemenangan Hilal Firmansyah tidak diraih dengan mudah mengingat lawan yang dihadapi, Sulhajji Jompa, bukanlah sosok sembarangan. Sulhajji merupakan pria asal Sulawesi Selatan yang bermukim di Kabupaten Bogor.
Ia menikah dengan perempuan asal Leuwiliang dan menyandang gelar doktor IPB University dengan spesifikasi ilmu pengembangan sumber daya alam. Sulhajji dikenal memiliki jiwa pantang menyerah serta tim dan loyalis yang solid.


