HARIANEXPRESS, DEPOK – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta mendampingi perempuan pelaku UMKM yang tergabung dalam IPEMI PC Bojongsari Depok untuk memperkuat pengelolaan usaha melalui pemanfaatan teknologi digital.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 30 Juli 2026 tersebut menggabungkan pelatihan, praktik langsung, evaluasi, dan pendampingan. Salah satu teknologi yang diperkenalkan kepada peserta adalah SmartPOS UMKM, aplikasi berbasis smartphone yang dapat digunakan untuk membantu pencatatan transaksi, pengelolaan persediaan, informasi produk, serta data usaha.
Program ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat dengan dukungan pendanaan DPPM melalui Hibah Dikti Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, ruang lingkup Pengabdian Masyarakat Pemula, Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan diarahkan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan pemahaman mengenai pencatatan transaksi, pengelolaan persediaan, biaya produksi, Harga Pokok Penjualan atau HPP, serta pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan usaha.
Peserta Praktik Langsung Menggunakan SmartPOS
Pelatihan tidak hanya berisi penyampaian materi. Peserta diajak langsung menggunakan SmartPOS UMKM melalui perangkat smartphone.
Peserta mempraktikkan pencatatan barang masuk dan keluar, transaksi penjualan, pengelolaan informasi produk, hingga pencatatan data usaha.
Pendekatan praktik dipilih karena setiap UMKM memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda.
Tim PKM UNJ memberikan pendampingan agar peserta memahami fungsi aplikasi sekaligus dapat menyesuaikan penggunaannya dengan kondisi usaha masing-masing.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM membangun kebiasaan pencatatan yang lebih tertib dan sistematis.
Perkuat Pemahaman Persediaan dan HPP
Selain penggunaan aplikasi, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengelolaan persediaan, biaya produksi, dan perhitungan HPP.
Pemahaman mengenai persediaan menjadi penting karena berkaitan langsung dengan ketersediaan produk dan pergerakan barang dalam kegiatan usaha.
Sementara itu, pemahaman HPP diperlukan agar pelaku usaha dapat mengetahui komponen biaya produk secara lebih jelas.
Dengan informasi biaya yang lebih terukur, pelaku UMKM memiliki dasar yang lebih baik dalam menentukan harga jual dan mengevaluasi aktivitas usahanya.
Penguatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola usaha yang lebih tertib di tengah perkembangan ekonomi digital.
Pemasaran Digital Juga Menjadi Perhatian
Program pengabdian turut memberikan materi mengenai pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace.
Materi ini diberikan terpisah dari penggunaan SmartPOS UMKM agar peserta memahami perbedaan fungsi teknologi dalam kegiatan usaha.
SmartPOS diarahkan untuk mendukung pengelolaan internal, sedangkan media sosial dan marketplace digunakan untuk membantu kegiatan promosi dan memperluas akses pemasaran produk.
Dengan demikian, penguatan UMKM dilakukan melalui dua sisi, yaitu pengelolaan usaha dan pemasaran digital.
Libatkan Dosen dan Mahasiswa UNJ
Kegiatan pengabdian melibatkan tim dosen Universitas Negeri Jakarta yang terdiri atas Windy Permata Suyono, S.Ak., M.Ak.; Eka Septariana Puspa, S.E., M.Ak., Ak., CA; Surya Anugrah, S.E., M.Ak.; Khansha Sindra Irfani, S.Ak., M.Ak.; serta Fildzah Shabrina, S.Pd., M.Kom.
Tim mahasiswa yang terlibat terdiri atas Irima Rahmadani, Ahmad Pandu Haikal, Nazwa Febriyani, dan Muhammad Fazri.
Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kampus sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi dosen dan mahasiswa juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata pelaku usaha.
Didukung IPEMI Depok dan Bojongsari
Kegiatan mendapat dukungan dari jajaran IPEMI PD Depok dan IPEMI PC Bojongsari Depok.
Dari IPEMI PD Depok, kegiatan melibatkan Hj. Rosmawary Ismail, S.Psi. selaku Ketua IPEMI PD Depok serta Nurita Aprilia Dewi, CET, sNLP selaku Bendahara IPEMI PD Depok.
Sementara itu, IPEMI PC Bojongsari Depok dipimpin Hidayah Rima Yurnawati, S.E.
Jajaran pengurus yang turut terlibat antara lain Wulan Rahayu sebagai Sekretaris 1, Vera Purwanti, S.M. sebagai Sekretaris 2, Diah Murwati, S.Hum., AWP sebagai Sekretaris 3, serta Rina Mariana, A.Md. dan Siti Cholisoh pada unsur bendahara.
Seluruh anggota IPEMI PC Bojongsari yang mengikuti kegiatan menjadi bagian penting dari program sebagai mitra sekaligus peserta pemberdayaan.
Keterlibatan organisasi perempuan pengusaha tersebut membuat kegiatan lebih dekat dengan kebutuhan pelaku UMKM di tingkat komunitas.
Peserta Nilai Praktik Lebih Mudah Dipahami
Salah satu peserta, Wita dari UMKM Nasi Berkat, menilai praktik langsung membantu dirinya memahami pencatatan usaha secara lebih terstruktur.
“Pelatihan ini membantu saya memahami bahwa pencatatan barang dan transaksi bisa dilakukan lebih teratur melalui telepon genggam. Setelah mencoba langsung, saya menjadi lebih memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membantu pengelolaan usaha sehari-hari,” ujar Wita.
Peserta lainnya, Novia dari UMKM Warbay, juga menilai metode praktik membuat materi lebih mudah dipahami.
“Praktik langsung membuat materi lebih mudah dipahami karena kami tidak hanya melihat penjelasan, tetapi langsung mencoba aplikasinya. Ini membantu kami mengenali cara pencatatan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan usaha,” kata Novia.
Pengalaman peserta tersebut memperlihatkan bahwa pengenalan teknologi kepada UMKM perlu disertai praktik dan pendampingan agar penggunaannya lebih mudah diterapkan.
Evaluasi Dilakukan melalui Pre-test dan Post-test
Tim PKM UNJ juga melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test.
Pre-test digunakan untuk melihat pemahaman awal peserta sebelum menerima materi. Sementara itu, post-test dilakukan setelah pelatihan dan praktik untuk melihat perubahan pemahaman peserta.
Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam mengukur proses pembelajaran selama kegiatan.
Selain evaluasi saat pelatihan, tim juga melakukan monitoring terbatas kepada sejumlah UMKM mitra terpilih.
Pemantauan dilakukan untuk melihat penerapan materi, khususnya pada aspek pengelolaan persediaan dan pemanfaatan teknologi digital dalam pencatatan usaha.
Dorong UMKM Depok Lebih Adaptif terhadap Digitalisasi
Program pengabdian ini menunjukkan bahwa proses digitalisasi UMKM dapat dimulai dari kebutuhan yang sederhana dan dekat dengan aktivitas usaha sehari-hari.
Pencatatan stok, transaksi, produk, biaya produksi, dan HPP dapat menjadi langkah awal untuk membangun tata kelola usaha yang lebih terstruktur.
Pemanfaatan teknologi juga tidak harus selalu dimulai dari sistem yang kompleks. Aplikasi berbasis smartphone dapat menjadi alternatif yang lebih dekat dengan keseharian pelaku UMKM.
Pendekatan tersebut relevan bagi pelaku usaha di wilayah Depok dan Jawa Barat yang memiliki tingkat kesiapan digital yang beragam.
Dengan pendampingan yang tepat, teknologi dapat digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing pelaku usaha.
Program ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, organisasi perempuan pengusaha, dan pelaku UMKM menjadi salah satu bentuk sinergi yang dapat mendorong penguatan kapasitas usaha di tingkat lokal.
Tim pelaksana menyampaikan apresiasi kepada DPPM atas dukungan pendanaan melalui Hibah Dikti Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, ruang lingkup Pengabdian Masyarakat Pemula, Tahun Anggaran 2026.
Apresiasi juga disampaikan kepada IPEMI PD Depok, IPEMI PC Bojongsari Depok, serta seluruh anggota dan pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan.
Melalui kegiatan tersebut, Tim PKM UNJ berharap pemanfaatan teknologi digital dapat terus diterapkan secara bertahap untuk mendukung pengelolaan UMKM yang lebih tertib, adaptif, dan berkelanjutan.


