Monday, 31 August 2026
Hot

Dedi Mulyadi Minta Jalur Pendakian Ditutup Sementara Antisipasi Karhutla

Pencegahan karhutla jadi prioritas. Gubernur Dedi Mulyadi menyoroti perilaku pendaki yang membuang puntung rokok sebagai pemicu kebakaran, seraya mengimbau penutupan jalur pendakian.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, JAWA BARAT – Dedi Mulyadi meminta jalur pendakian Cianjur dan Bogor ditutup sementara untuk mencegah karhutla, Minggu (30/8/2026).

Gubernur Dedi Mulyadi menilai kepala daerah sebaiknya segera membuat kebijakan untuk menunda kegiatan mendaki gunung di wilayah masing-masing. Potensi kebakaran saat ini tidak hanya terjadi karena faktor cuaca ekstrem saja, melainkan juga perilaku manusia.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat perluasan karhutla di wilayahnya. Hingga 24 Agustus 2026, terdapat 132 kejadian karhutla yang melanda 91 kecamatan dan 153 desa/kelurahan, dengan total luas lahan terbakar mencapai 196,40 hektare.

Article ad in the middle of article

Puntung rokok sering menjadi pemicu kebakaran hutan yang diperparah cuaca panas di seluruh wilayah Jawa Barat. Oleh karena itu, Dedi Mulyadi mendesak penutupan sementara aktivitas pendakian.

“Bupati Cianjur dan bupati Bogor, serta daerah-daerah yang gunungnya digunakan untuk dilakukan kegiatan panjat gunung, sebaiknya ditunda dahulu sementara,” Ujar Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi Mulyadi, banyak pendaki gunung membawa rokok dan melakukan pembakaran yang tidak terkendali. Ia menekankan bahwa tidak semua orang disiplin dalam menjaga lingkungan gunung.

“Karena banyak orang yang manjat gunung itu, itu bawa rokok dan bakar. Nah, sementaralah, karena bikin bakar saja enggak terkendali jadi kebakaran. Sementara ini, menurut saya tunda dahulu, karena tidak semua orang disiplin ya,” Tuturnya.

Selain jalur pendakian, Dedi Mulyadi juga mengimbau pemerintah daerah se-Jawa Barat untuk menerapkan mitigasi kebakaran di area Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah masing-masing. Hal ini menjadi krusial mengingat potensi api dari puntung rokok di lokasi tersebut.

“Kalau TPA, kan, bupati-bupatinya harus segera tanggap di lingkungan TPA-nya masing-masing. Kalau menurut saya, sih, hindarkan orang bawa korek api dan rokok ke tempat TPA,” Jelas dia.

Article ad after last paragraph