Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, JAWA BARAT – Ratusan sopir dan pemilik angkutan kota (angkot) di Kota Bogor menggelar aksi damai menuntut peninjauan kebijakan pembatasan usia kendaraan dan reduksi armada yang dinilai memberatkan, Kamis (3/9/2026).
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk keberatan terhadap kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terkait peremajaan dan pengurangan jumlah angkot.
Para sopir dan pemilik angkot menilai aturan tersebut dapat berdampak terhadap operasional serta keberlangsungan mata pencaharian mereka.
Mereka berharap Pemkot Bogor mempertimbangkan kembali penerapan kebijakan agar tidak menimbulkan kerugian bagi pengusaha dan pengemudi angkot.
Pemkot Bogor merespons tuntutan tersebut dengan memastikan kebijakan pembatasan usia kendaraan dan reduksi armada akan diterapkan secara bertahap.
Penerapan secara bertahap diharapkan dapat menjaga kondisi tetap kondusif serta memberikan waktu bagi para pelaku usaha angkutan untuk menyesuaikan diri.
“Kami berharap kebijakan ini dapat diterapkan secara bertahap agar kondisi di lapangan tetap kondusif,” Ujar perwakilan Pemkot Bogor.
Para pengemudi juga meminta pemerintah membuka ruang dialog untuk mencari solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak.
Menurut mereka, peremajaan angkot tetap diperlukan, tetapi pelaksanaannya harus mempertimbangkan kemampuan ekonomi sopir dan pemilik kendaraan.
Di sisi lain, kebijakan pembatasan usia kendaraan dan reduksi armada ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi umum. Pemkot Bogor diharapkan dapat menjalankannya secara bertahap dan memperhatikan kondisi masyarakat terdampak.


