Tuesday, 01 September 2026
Hot

Wali Kota Bogor Genjot Efektivitas Dapur MBG dan Peningkatan Gizi

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta pemerataan sebaran dan peningkatan kualitas dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini melayani 335.000 penerima manfaat dan menciptakan lapangan kerja bagi 7.000 orang di Kota Bogor.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, JAWA BARAT – Pemkot Bogor mendorong optimalisasi program MBG dan peningkatan standar dapur bersama APPMBGI Kota Bogor, Selasa (1/9/2026).

Pertemuan yang dipimpin Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, di Ruang Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor, membahas surat dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait standar yang telah ditetapkan.

Dedie Rachim menyatakan telah menerima surat dari BGN dan menyampaikannya kepada Sistem Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) agar memenuhi standar serta kelengkapan perizinan.

Article ad in the middle of article

Ia juga menyoroti pemerataan sebaran SPPG karena jumlah penerima manfaat MBG di Kota Bogor mencapai sekitar 335.000 orang, meliputi anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

“Untuk titik ini kan langsung dari BGN ya, nah kita daerah sudah menyampaikan bahwa ada beberapa titik yang secara sebaran rasio dan jumlahnya mungkin tidak seimbang,” Ujar Dedie A. Rachim.

Dedie Rachim menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan sesuai standar gizi yang ditetapkan.

Keberadaan SPPG juga diharapkan mampu memberdayakan masyarakat pada desil satu hingga lima guna meningkatkan perekonomian warga.

Ketua APPMBGI Kota Bogor, Teguh Rachman Hakim, menjelaskan bahwa pihaknya berkoordinasi terkait keberadaan dapur MBG di Kota Bogor.

Ia menyebutkan, Wali Kota juga menginformasikan tentang surat edaran Kepala BGN mengenai dapur yang belum memenuhi standar.

“Tadi Pak Wali juga menginformasikan bahwa ada surat edaran dari Kepala BGN mengenai dapur-dapur yang masih belum memenuhi standar. Jadi kami sebagai asosiasi diharapkan oleh Pemerintah Kota Bogor untuk bisa mengakomodir itu, sehingga dapur-dapur yang ada di Kota Bogor bisa memenuhi standar sesuai dengan yang diinginkan oleh BGN,” Ujar Teguh Rachman Hakim.

Teguh menjelaskan adanya titik-titik SPPG yang ditentukan BGN sejak lama kini dimoratorium.

Saat ini, dari 228 titik di Kota Bogor, sudah terdapat 143 SPPG.

APPMBGI mendorong akselerasi bagi dapur yang layak dan memiliki izin untuk menyasar lebih banyak penerima manfaat.

“Namun memang kendalanya adalah dari sekitar 335.000 penerima manfaat, bila total dapur di Kota Bogor 228, artinya setiap dapur melayani sekitar 1.500-an penerima manfaat. Sehingga memang jumlah dapur di Kota Bogor ini cukup banyak ya. Itu yang menjadi concern pertama dari Pak Wali. Jadi jumlah dapur yang cukup banyak yang ada di Kota Bogor dengan perbandingan jumlah penerima manfaat, sehingga itu yang perlu dikoordinasikan lebih lanjut,” Terang Teguh Rachman Hakim.

Teguh menambahkan, jumlah pengajuan dapur saat ini cukup banyak, sehingga memerlukan pemetaan agar tidak terjadi kelebihan.

Ia juga menekankan kepada SPPG agar selalu sesuai standar pelayanan operasional (SOP) demi manfaat anak-anak Indonesia di masa depan.

MBG di Kota Bogor telah membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 7.000 orang, dengan prioritas warga desil satu hingga tiga.

“MBG ini membuka lapangan pekerjaan. Sekitar 7.000 orang yang sudah dipekerjakan karena adanya dapur MBG di Kota Bogor, dan termasuk salah satunya antara desil satu dan desil tiga,” Kata Teguh Rachman Hakim.

Program ini berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi warga Kota Bogor yang bekerja sebagai pegawai SPPG.

“Itu yang sangat berguna sehingga adanya peningkatan kesejahteraan ya. Karena kita juga membuka lapangan kerja buat teman-teman pegawai SPPG, dan juga itu bisa berguna buat keluarganya yang bekerja, sehingga berdampak lumayan untuk ekonomi teman-teman di Kota Bogor,” Sambungnya.

Dapur-dapur MBG di Kota Bogor juga memprioritaskan warga sekitar maupun warga Kota Bogor yang masuk kategori desil satu hingga tiga. Hal ini menunjukkan komitmen program untuk memberdayakan masyarakat lokal.

Article ad after last paragraph