Findy Alfiansyah Penulis
HARIAN EXPRESS, JAWA BARAT – Pemkab Bogor berencana membangun fasilitas embarkasi haji dan umrah senilai Rp142 miliar di kawasan Masjid Raya Nurul Wathon mulai awal 2027, Sabtu (22/8/2026).
Proyek ambisius ini bertujuan memudahkan 3.450 jemaah haji asal Kabupaten Bogor yang setiap tahunnya mendapat kuota terbesar di Indonesia. Dengan adanya embarkasi sendiri, jemaah tidak perlu lagi singgah di Embarkasi Haji Pondok Gede.
Bangunan embarkasi haji dan umrah ini akan memiliki tujuh lantai dengan desain yang diklaim menyerupai Zamzam Tower. Anggaran pembangunan sebesar Rp 142 miliar berasal dari APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2027.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan harapannya bahwa proyek ini akan terealisasi pada 2027-2028. Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Bogor akan melihat kemampuan keuangan daerah dan mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat.
“Insyaallah nanti pada 2027-2028. Kita melihat kemampuan keuangan daerah. Apabila memungkinkan dan syukur-syukur pemerintah pusat membantu, kami ingin Kabupaten Bogor memiliki embarkasi haji sendiri,” Ujar Rudy Susmanto.
Proses lelang pembangunan embarkasi haji dan umrah ini direncanakan berlangsung pada Desember 2026. Dengan demikian, pembangunan fisik bisa dimulai pada awal 2027 sesuai jadwal.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menjelaskan bahwa bangunan tujuh lantai ini mulanya direncanakan dibangun pada tahun anggaran berjalan. Namun, keterbatasan waktu pelaksanaan menyebabkan pembangunan diundur.
“Faktor waktu yang tidak cukup untuk membuat hotel. Karena proses lelang dan tahapan lainnya, waktunya tinggal sekitar enam bulan,” Kata Eko Mujiarto.
Penundaan pembangunan tersebut dilakukan demi memastikan proses pekerjaan dapat berlangsung lebih optimal dan tidak dikerjakan secara tergesa-gesa.
“Kalau dipaksakan sekarang, khawatir tidak maksimal. Jadi kami undur tahun depan supaya waktu pengerjaannya lebih cukup,” Katanya.
Masjid Raya Nurul Wathon, lokasi embarkasi haji, dibangun di atas lahan seluas 2,6 hektare dengan anggaran Rp 112 miliar dari APBD Kabupaten Bogor tahun anggaran 2025. Masjid ini dilengkapi dengan Menara Tauhid setinggi 99 meter dan miniatur Kakbah untuk manasik haji.
Berbagai ornamen berkaitan dengan Kakbah juga ada sebagai penunjang kegiatan keagamaan di kawasan Pakansari.


