Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, JAWA BARAT – Gerakan Jabar Berseka diluncurkan dengan target 80 persen sampah terkelola di Jawa Barat pada 2029, Senin (27/07/2026).
Kegiatan ini melibatkan lebih dari 4.000 peserta dari pemerintah, TNI, Polri, akademisi, mahasiswa, RT/RW, dan komunitas lingkungan. Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menyoroti bahwa Bandung Raya menghasilkan hampir 2.000 ton sampah setiap hari.
Peluncuran gerakan tersebut dilakukan melalui Apel Siaga Jabar Berseka dan Deklarasi Bersama Aksi Pilah Sampah dari Rumah. Acara ini berlangsung di Sport Jabar Arcamanik pada 24 Juli 2026.
“Masalah sampah bukan hanya urusan pemerintah, tetapi urusan kita semua. Kalau sampah dikelola dengan baik, justru bisa menghasilkan energi, pupuk, bahkan bahan bakar,” Ujar Zulkifli Hasan.
Pemerintah juga mempercepat pembangunan fasilitas pengolah sampah menjadi energi listrik di sekitar 60 kota. Selain itu, pemerintah menargetkan penghentian seluruh sistem pembuangan terbuka (open dumping) dalam dua tahun ke depan.
“Hal yang paling penting adalah pemilahan sampah dari rumah tangga. Organik dan anorganik harus dipisahkan sejak dari sumbernya,” Tambahnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan perubahan perilaku masyarakat adalah kunci keberhasilan gerakan Jabar Berseka. Ia menekankan pentingnya tindakan langsung dalam menghadapi masalah sampah.
“Kalau ada sampah jangan divideo, tetapi dipungut. Budaya itu yang harus kita ubah,” Tegas Dedi Mulyadi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memasukkan kegiatan memilah dan mengelola sampah sebagai bagian dari pembelajaran di sekolah. Penerima bantuan pendidikan juga akan didorong membawa sampah plastik bersih ke sekolah untuk didaur ulang bersama perusahaan mitra.
Dedi Mulyadi memastikan pemerintah provinsi akan menerbitkan Peraturan Gubernur terkait larangan membuang sampah sembarangan, lengkap dengan sanksi bagi para pelanggar. Inisiatif ini bertujuan menciptakan Jawa Barat yang bersih, rapi, dan indah.
“Kita ingin Jawa Barat Berseka, hidup yang bersih, rapi, dan indah menuju Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah,” Tutupnya.


