Findy Alfiansyah Penulis
HARIAN EXPRESS, JAWA BARAT – Kebakaran terjadi di sebuah pondok pesantren (ponpes) di wilayah Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (5/9/2026).
Sejumlah santri mengalami sesak napas akibat paparan asap dan harus mendapat penanganan medis.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor, M Ade Nugraha, membenarkan adanya sejumlah santri yang terdampak akibat kebakaran tersebut.
Menurut Ade, beberapa santri mengalami gangguan pernapasan setelah menghirup asap dari kebakaran yang terjadi di lingkungan pesantren. Mereka kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban beberapa santri dibawa ke RS karena sesak napas,” Ujar M Ade Nugraha.
Kebakaran tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.40 WIB. Berdasarkan informasi awal yang diperoleh petugas di lokasi, kebakaran diduga bermula ketika seorang santri bermain api di lingkungan pondok pesantren.
Api kemudian membesar dan menjalar sehingga tidak dapat dikendalikan. Santri yang diduga berada di awal kejadian sempat berusaha memadamkan api, namun upaya tersebut tidak berhasil.
Pihak pengelola ponpes selanjutnya menghubungi Dinas Damkar Kota Bogor untuk meminta bantuan. Petugas langsung mengerahkan personel dan peralatan pemadam menuju lokasi guna menangani kobaran api.
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman. Kobaran api berhasil dikuasai dan dipadamkan dalam waktu sekitar 15 menit sehingga tidak kembali meluas ke bagian bangunan lainnya.
Setelah proses pemadaman selesai, petugas melanjutkan dengan pendinginan selama sekitar 30 menit. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang masih menyala dan mencegah terjadinya kebakaran susulan.
Petugas kemudian memastikan kondisi di sekitar lokasi telah aman dan terkendali. Sementara itu, sejumlah santri yang mengalami sesak napas telah mendapatkan penanganan medis. Penyebab pasti kebakaran masih berdasarkan dugaan awal dari informasi yang dihimpun petugas di lokasi.


