Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, JAWA BARAT — Pemprov DKI Jakarta belum dapat memenuhi permohonan hibah truk sampah dari Pemkot Bogor karena keterbatasan armada operasional, Rabu (23/9/2026).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelaskan bahwa efisiensi kendaraan dinas saat ini sedang berlangsung di lingkungan pemerintah provinsi. Situasi keterbatasan armada internal tersebut membuat permohonan bantuan dari daerah tetangga belum bisa dipenuhi.
“Ya, sebetulnya bukan hanya Bogor yang minta. Tetangga yang lain juga itu. Cuma kan ya kita kan, jujur saja kan, efisiensi kan terjadi. Dulu kita kan hibahkan juga misalnya kayak pemadam kebakaran, gitu kan. Tapi memang sekarang kita sendiri kekurangan,” Kata Rano Karno.
Rano memaparkan bahwa DKI Jakarta sebelumnya memang sempat menyalurkan bantuan kendaraan dinas ke daerah lain, termasuk unit pemadam kebakaran. Kendati demikian, kondisi ketersediaan unit milik DKI Jakarta saat ini menjadi pertimbangan utama.
“Memang sekarang kita sendiri kekurangan,” Ujar Rano Karno.
Permohonan hibah tersebut mengemuka menyusul tersebarnya rekaman video di media sosial terkait kondisi truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor. Dalam video yang beredar, kendaraan pengangkut dengan bak kontainer kuning tersebut tampak melaju di jalan raya dengan kerusakan parah.
Bagian belakang bak penampung sampah terlihat hanya ditutup lembaran tripleks untuk menahan muatan agar tidak tumpah. Meski ditutupi seadanya, muatan sampah dari truk butut tersebut tampak tetap berjatuhan ke aspal jalan raya.
Kepala Dinas LH Kota Bogor Rudy Mashudi mengonfirmasi bahwa truk yang viral tersebut merupakan aset operasional milik dinasnya.
Rudy memastikan bahwa bak kontainer yang rusak itu telah ditarik sejak Sabtu kemarin untuk menjalani perbaikan.
“Betul (truk sampah viral milik DLH Kota Bogor) dan sudah ditarik sejak Sabtu kemarin,” Kata Rudy Mashudi.
Rudy menerangkan bahwa para petugas kebersihan di lapangan sebetulnya sudah berkali-kali diingatkan agar tidak mengoperasikan bak rusak tersebut. Meski demikian, operasional pengangkutan sampah Kota Bogor saat ini dipastikan tetap berjalan dengan kontainer pengganti.
“Petugas sudah diingatkan berkali-kali untuk tidak menggunakan, tapi masih lolos aja (tetap dioperasikan),” Kata Rudy Mashudi.











