Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, JAWA BARAT – MES Jawa Barat mengalihkan fokus ke penguatan ekonomi produktif syariah melalui koperasi, UMKM, dan usaha berbasis syariah, Sabtu (25/07/2026).
MES Jabar kini tidak hanya menekankan edukasi, tetapi juga implementasi program yang mampu memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan menciptakan usaha baru.
Ketua MES Jawa Barat Harry Maksum mengatakan kepengurusan periode 2026–2029 mendapat mandat untuk membentuk koperasi syariah, mengembangkan entitas bisnis, serta mendata pengusaha Muslim.
“Sekarang saatnya MES bergerak ke implementasi bisnis. Kami ingin menjadi penggerak ekonomi produktif, bukan sekadar memperkuat literasi,” Ujar Harry Maksum.
Salah satu program unggulan ialah pembentukan koperasi syariah berbasis masjid. Pemerintah disebut membuka peluang dukungan pembiayaan bagi koperasi tersebut.
Harry menyebut tantangan terbesar saat ini bukan lagi rendahnya literasi, melainkan minimnya penggunaan layanan keuangan syariah oleh masyarakat.
Data menunjukkan literasi keuangan syariah telah mencapai 43 persen, sedangkan tingkat inklusinya baru sekitar 13 persen.
MES Jabar juga akan mendorong pembangunan infrastruktur ekonomi produktif, seperti koperasi nelayan, SPBU solar, hingga pabrik es untuk mendukung sektor riil.
Ketua Harian PP MES sekaligus Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan keberhasilan ekonomi syariah harus diukur dari lahirnya usaha dan lapangan kerja baru, bukan sekadar seminar.
“Melawan Bank Emok tidak cukup dengan fatwa. Masyarakat harus diberi alternatif pembiayaan yang nyata melalui koperasi,” Tegas Ferry Juliantono.


