Monday, 12 October 2026
Hot

Mahasiswa Bandung Tuntut Penghentian MBG dan Pendidikan Gratis

Ratusan mahasiswa di Bandung menggelar aksi unjuk rasa menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG), penurunan harga BBM, dan pendidikan gratis pada Kamis (11/6/2026).

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, BANDUNG – Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Bandung menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis (11/6/2026).

Aksi ini menyuarakan desakan agar pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga terwujudnya pendidikan gratis.

Massa aksi tiba di Gedung DPRD sekitar pukul 15.30 WIB dengan berjalan kaki sambil membawa sejumlah spanduk dan poster. Mereka menyoroti berbagai kesulitan ekonomi yang membebani masyarakat.

Beberapa tuntutan utama mahasiswa meliputi penghentian total program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Program MBG dinilai memboroskan anggaran negara dan tidak substansial dalam mengatasi akar persoalan kemiskinan.

Article ad in the middle of article

Kenaikan harga BBM nonsubsidi yang terjadi pada Rabu (10/06/2026) dianggap semakin mencekik daya beli masyarakat. Selain itu, kenaikan tersebut berdampak langsung pada biaya transportasi dan lonjakan harga kebutuhan pokok.

Para mahasiswa juga mendesak pemerintah untuk mewujudkan reforma agraria sejati serta menjamin hak pendidikan gratis. Tuntutan lain menyoroti pelemahan nilai tukar Rupiah dan pengesahan Undang-Undang (UU) Polri.

Ainul Mardhyah, Koordinator Front Mahasiswa Nasional (FMN) Bandung Raya, menegaskan pentingnya penghentian MBG.

“Hentikan total MBG! Karena jelas ini menghabiskan banyak anggaran yang sudah dikeluarkan oleh negara,” ujar Ainul Mardhyah.

Ainul menambahkan, pelaksanaan program MBG di lapangan sempat memicu insiden keracunan pada sejumlah anak dan warga. Sementara itu, Ketua BEM Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Khallid Syhaeful, menyatakan gerakan ini lahir dari akumulasi keresahan mahasiswa terhadap kondisi bangsa saat ini.

Article ad after last paragraph