Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, JAWA BARAT – Kebun Raya Bogor menghadirkan kelas edukasi kreatif yang mengajak pengunjung belajar dan berinteraksi langsung dengan tumbuhan, Selasa (11/8/2026).
Pengembangan konsep eduwisata berbasis pengalaman ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan interaksi langsung dengan lingkungan. Berbagai kelas ditawarkan dengan tema harian seperti kompos, propagasi, tabulampot, kokedama, nepenthes, terrarium, platycerium, kultur jaringan, oshibana, hingga ecoprint.
Melalui kelas-kelas ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teori, tetapi juga diajak melakukan praktik langsung. Pendampingan fasilitator tersedia untuk memastikan proses belajar yang efektif dan interaktif.
Zaenal Arifin, General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, menegaskan Kebun Raya tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang edukasi dan interaksi dengan tumbuhan.
“Kebun Raya bukan hanya tempat untuk melihat dan menikmati koleksi tumbuhan. Di sini masyarakat juga dapat belajar dan berinteraksi langsung dengan tumbuhan,” Ujar Zaenal Arifin.
Menurut Zaenal, pendekatan pengalaman membuat pembelajaran lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari. Peserta dapat menyaksikan langsung bagaimana tumbuhan diperbanyak, dirawat, dan diolah menjadi produk kreatif.
“Ketika seseorang terlibat langsung dalam sebuah proses, pengalaman belajarnya akan berbeda. Karena itu, kelas-kelas ini kami rancang agar peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mencoba dan menghasilkan sesuatu dari proses tersebut,” katanya.
Salah satu contoh kelas yang menggambarkan konsep belajar melalui pengalaman adalah Oshibana, seni asal Jepang yang mengolah bunga dan dedaunan kering menjadi karya. Peserta diperkenalkan dengan teknik dasar dan langsung mempraktikkannya dengan material yang disediakan.
Harga kelas edukasi bervariasi mulai dari Rp65.000 per peserta, belum termasuk tiket masuk Kebun Raya Bogor. Biaya ini bergantung pada jenis aktivitas yang dipilih, dengan bahan serta perlengkapan praktik telah disiapkan oleh pengelola.
Inisiatif ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas wisata yang memberikan nilai tambah berupa pendidikan dan keterampilan. Pengembangan eduwisata ini diharapkan mampu memperkuat peran Kebun Raya sebagai pusat konservasi dan edukasi.


