Findy Alfiansyah Penulis
HARIAN EXPRESS, JAWA BARAT – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengaku prihatin atas maraknya aksi begal di Bandung Raya dan mengimbau warga lebih waspada saat beraktivitas pada malam hari, Selasa (21/07/2026).
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan keprihatinannya atas maraknya aksi begal di wilayah Bandung Raya. Menurutnya, kondisi keamanan yang dahulu kondusif kini berubah sehingga masyarakat merasa tidak lagi aman dan nyaman saat beraktivitas pada malam hari.
Erwan mengaku merasakan langsung perubahan tersebut karena lahir dan besar di Bandung. Ia menilai warga kini tidak lagi sebebas dulu untuk keluar rumah atau berkendara pada malam hari tanpa dihantui rasa khawatir terhadap aksi kriminal.
“Saya sangat prihatin dengan maraknya aksi begal di Bandung Raya. Dulu masyarakat bisa berkendara pada malam hari dengan tenang, tetapi sekarang banyak warga yang merasa tidak nyaman,” Ujar Erwan Setiawan.
“Pelaku begal harus mendapat efek jera agar tidak muncul pelaku-pelaku baru. Namun, masyarakat juga tidak boleh bertindak berlebihan hingga justru berhadapan dengan hukum,” Ujar Erwan Setiawan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan langkah pencegahan untuk menekan aksi begal dengan menambah kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik rawan. Upaya ini dilakukan bersamaan dengan peningkatan anggaran penerangan jalan umum (PJU) yang kini mencapai sekitar Rp1 triliun.
Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, kondisi penerangan jalan di berbagai wilayah kini jauh lebih baik. Namun, ia menilai lampu jalan saja belum cukup untuk mencegah tindak kriminal karena pelaku kejahatan masih memiliki berbagai cara untuk beraksi.
“Penerangan jalan sudah jauh lebih baik, tetapi itu saja belum cukup. Kami akan menambah CCTV di titik-titik rawan agar pengawasan lebih maksimal dan membantu aparat menekan aksi kriminal,” Ujar Erwan Setiawan.
Penambahan CCTV akan diprioritaskan di sejumlah jalur yang rawan aksi begal, seperti Kiaracondong, Buahbatu, dan Kopo. Kamera pengawas tersebut nantinya akan terhubung dengan pusat pemantauan dan kepolisian guna mempercepat respons terhadap tindak kejahatan.