Monday, 12 October 2026
Hot

Oknum Polisi Pengemudi Alphard Diproses Propam, Satpam Fiktor Pindah Bandung

Oknum polisi pengemudi Alphard di Bundaran HI yang arogan kini diproses Propam Polda Jabar. Satpam Fiktor Harefa juga bertemu Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan mendapatkan tawaran kerja di Bandung.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, JAWA BARAT – Oknum polisi pengemudi Alphard arogan di Bundaran HI diproses Propam, Sabtu (25/07/2026).

Perselisihan antara pengemudi mobil Alphard dan satpam Fiktor Harefa di Bundaran HI, Jakarta Pusat, berakhir damai melalui mediasi di Polsek Menteng.

Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perkara secara kekeluargaan dan tidak melanjutkannya ke proses hukum.

Article ad in the middle of article

Meski demikian, pengemudi dan dua penumpang Alphard yang merupakan oknum anggota Polda Jawa Barat tetap menjalani pemeriksaan etik oleh Bid Propam Polda Jabar.

Selain itu, Subdit Gakkum Polda Metro Jaya masih menangani dugaan pelanggaran lalu lintas, termasuk penggunaan pelat nomor palsu.

“Proses damai tidak menghentikan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran etik maupun lalu lintas yang dilakukan oknum anggota,” Tegas pihak kepolisian.

Usai kasusnya viral, Fiktor Harefa bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi menawarkan Fiktor pekerjaan sebagai satpam di Bandung, mengingat Fiktor kini berdomisili di kawasan Pasteur.

Tawaran itu disampaikan sebagai bentuk perhatian setelah Fiktor menjadi sorotan publik akibat insiden di Bundaran HI.

“Bertemu Bang Fiktor, satpam yang kemarin ramai di Bundaran HI. Beliau berniat pindah kerja di Bandung saja,” Ujar Dedi Mulyadi.

“Tinggal di Pasteur. Dan sengaja ketemu saya hari ini untuk pindah kerja sebagai security. Jadi insya allah nanti rencananya pindah kerja sebagai security di Jakarta menjadi security di Bandung,” Katanya.

Meskipun Fiktor masih bekerja sebagai satpam di proyek MRT Bundaran HI, Dedi Mulyadi menawarkan posisi baru di Bandung. Ini sejalan dengan keinginan Fiktor untuk kembali bekerja di kota asalnya.

Article ad after last paragraph