Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, JAWA BARAT – Dominasi motor matik membuat motor bebek kian tersisih di pasar Jawa Barat, Minggu (27/07/2026).
Motor bebek atau underbone, yang dahulu menjadi primadona utama untuk berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat, kini telah kehilangan posisinya. Mayoritas konsumen di Jawa Barat tidak lagi memandang motor bebek sebagai kendaraan fungsional utama.
Pergeseran ini menandai berakhirnya era motor bebek sebagai pilihan utama transportasi sehari-hari. Dominasi motor matik yang menawarkan kemudahan penggunaan telah mengubah preferensi banyak pengguna kendaraan.
Motor matik umumnya lebih mudah dioperasikan karena tidak memerlukan perpindahan gigi manual. Fitur ini menjadi daya tarik utama bagi pengendara di perkotaan maupun pedesaan yang menginginkan kepraktisan.
Selain itu, kenyamanan yang ditawarkan motor matik, seperti posisi berkendara yang lebih santai dan ruang kaki yang luas, turut berkontribusi pada popularitasnya. Faktor-faktor ini menjadikan matik pilihan yang lebih menarik dibandingkan motor bebek.
“Motor bebek tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Meski fungsinya bergeser, penggemarnya justru semakin loyal,” Ujarnya.
Segmentasi pasar motor bebek menjadi sangat terbatas, hanya menarik kalangan tertentu yang memiliki minat khusus. Mereka yang memilih motor bebek umumnya mencari pengalaman berkendara yang berbeda atau nilai historis dari model tertentu.
Sebagai contoh, dalam acara peluncuran Tim MotoGP Monster Energy Yamaha di Jakarta pada 21 Januari 2026, deretan motor Yamaha dari berbagai generasi turut dipamerkan. Salah satu model yang menarik perhatian adalah Jupiter MX King.
Kehadiran Jupiter MX King dalam acara tersebut menunjukkan bahwa meskipun pasar umum didominasi matik, motor bebek tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi segmen pecinta otomotif. Ini mengonfirmasi pergeseran posisinya ke arah kendaraan yang bernilai lebih dari sekadar fungsi harian.
Perubahan ini mencerminkan dinamika pasar yang terus berkembang, di mana kepraktisan dan kenyamanan menjadi faktor penentu utama. Masyarakat Jawa Barat semakin memprioritaskan kendaraan yang mendukung efisiensi aktivitas sehari-hari.