ENGLISHEN
Home Berita Jawa Barat Dedi Mulyadi Apresiasi Penataan Cikampek, Minta ODGJ-Pengemis Ditangani Terpadu

Dedi Mulyadi Apresiasi Penataan Cikampek, Minta ODGJ-Pengemis Ditangani Terpadu

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengapresiasi penataan kawasan kumuh Cikampek Karawang. Ia juga instruksikan penanganan terpadu ODGJ, pengemis, dan manusia silver ke RSJ atau Dinas Sosial.

Dedi Mulyadi Apresiasi Penataan Cikampek, Minta ODGJ-Pengemis Ditangani Terpadu
Share

Findy Alfiansyah Penulis

HARIAN EXPRESS, JAWA BARAT – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan penanganan terpadu ODGJ hingga pengemis di Jawa Barat, Rabu (22/07/2026).

Dedi Mulyadi mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Karawang yang berhasil menata kawasan Cikampek. Menurutnya, penataan tersebut menjadi contoh keberanian pemerintah daerah dalam mengubah kawasan yang sebelumnya semrawut menjadi lebih tertib dan nyaman.

Ia menilai penataan kawasan tidak hanya memperbaiki wajah kota, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan bagi masyarakat. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Jawa Barat.

Dedi menegaskan, langkah itu merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten/kota dalam memperkuat penanganan berbagai persoalan sosial serta menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Ia mendorong Bupati Karawang agar terus melanjutkan penataan wilayah secara konsisten demi peningkatan kualitas lingkungan. Selain itu, Dedi mengungkapkan bahwa seluruh kepala Satpol PP se-Jawa Barat telah dikumpulkan untuk koordinasi penanganan persoalan sosial.

Salah satu instruksi utamanya adalah percepatan penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Gubernur Dedi meminta agar setiap ODGJ yang ditemukan segera dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, demi mendapatkan penanganan medis yang layak.

Dedi Mulyadi juga meminta pengemis di ruang publik segera diarahkan ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Tujuannya agar mereka memperoleh pembinaan dan solusi berkelanjutan sehingga tidak kembali mengemis di jalanan.

Instruksi serupa diberikan terhadap manusia silver yang beraktivitas di jalan. Mereka diminta dibawa ke Dinas Sosial untuk mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.

Gubernur Dedi turut menyinggung keberadaan pengamen, menegaskan perlunya pembinaan melalui Dinas Sosial bagi pengamen yang tidak memiliki kemampuan memadai. Namun, pengamen dengan kualitas seni yang memadai tetap mendapat pengecualian.

“Yang memiliki kualitas berkesenian yang memadai tentu berbeda. Yang menjadi perhatian adalah aktivitas mengamen yang dilakukan sekadarnya tanpa kualitas,” Ujar Dedi Mulyadi.

Seluruh langkah tersebut merupakan bagian komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten dan kota. Tujuannya adalah menciptakan wilayah yang bersih, rapi, indah, serta lebih tertib.

Dedi Mulyadi turut mengajak seluruh masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing. Ini untuk mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan Jawa Barat yang aman dan nyaman.

“Mari bersama-sama menjaga lingkungan. Bebaskan Jawa Barat dari begal, bebaskan Jawa Barat dari kekumuhan, dan bebaskan Jawa Barat dari kesemrawutan,” Pungkas Dedi Mulyadi.

Share
Related Articles
Atasi Macet Puncak, Pemkab Bogor Matangkan Rencana Kereta Gantung
ActiveBerita Jawa BaratInfrastrukturPembangunanTransportasi

Atasi Macet Puncak, Pemkab Bogor Matangkan Rencana Kereta Gantung

Pengkajian pembangunan kereta gantung di Puncak Bogor meliputi aspek teknis, lingkungan, hingga...

Kurniati (60) Wafat Kala Mengantre Bantuan Pangan di Bogor
Berita Jawa BaratPeristiwaSorotan

Kurniati (60) Wafat Kala Mengantre Bantuan Pangan di Bogor

Kurniati, 60 tahun, meninggal dunia saat menanti pembagian beras di Bogor pada...


DMCA.com Protection Status Jaringan Media Siber Indonesia

Kanal

© 2019 - 2026 | PT. Express Persada Linuhung. All Right Reserved