Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, JAWA BARAT – Pemerintah Kota Bogor menggencarkan program jemput bola untuk mengembalikan anak putus sekolah ke bangku pendidikan, Rabu (4/10/2026).
Program tersebut dijalankan Dinas Pendidikan Kota Bogor bersama jajaran kewilayahan untuk mendata dan memfasilitasi warga yang terhenti pendidikannya.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim turut mendorong langkah tersebut setelah kerap menemukan anak putus sekolah saat turun langsung ke lapangan.
Program jemput bola juga diterapkan di Kelurahan Sindangbarang, Kecamatan Bogor Barat, dengan menyisir permukiman warga untuk mencari dan mendata anak putus sekolah.
Kepala Sekolah SMP PGRI 13 sekaligus Ketua RT setempat, Erman Juniarto, mengapresiasi langkah aktif pihak kelurahan dalam melakukan penjangkauan.
“Bu Lurah ini aktif sekali turun ke RT-RT mencari anak putus sekolah, kemudian mendata dan juga memfasilitasi,” Ujar Erman.
Menurut Erman, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Bogor dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.
Lurah Sindangbarang Ertha Rahmaini mengatakan, pemetaan dan penelusuran warga putus sekolah telah dilakukan secara intensif sejak beberapa bulan terakhir.
Warga yang ditemukan kemudian difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan melalui PKBM maupun sekolah sesuai jenjang usia dan pendidikannya.
Dari hasil penyisiran, pihak kelurahan menemukan dua anak yang bersedia kembali melanjutkan pendidikan pada tahun ajaran baru.










