Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, JAWA BARAT– Komunitas pecinta alam Raspala Bogor berbagi kisah petualangan dan kegiatan sosial dalam talkshow “Obrolan Komunitas” Pro 2 FM RRI Bogor, Minggu (16/8/2026).
Kecintaan pada alam membuka jalan bagi generasi muda untuk menumbuhkan keberanian, tanggung jawab, serta kepedulian sosial. Komunitas yang kini beranggotakan lebih dari 60 orang ini menjadi wadah bagi anak muda untuk berkegiatan sekaligus belajar dari alam.
Raspala Bogor berbagi pengalaman menjelajah gunung, mempersiapkan diri untuk perjalanan di alam terbuka, serta melaksanakan beragam kegiatan sosial. Komunitas ini diinisiasi oleh Dani, yang saat itu masih berusia 10 tahun.
Usia muda Dani menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap alam tidak harus menunggu dewasa, melainkan dapat tumbuh sejak dini. Melalui komunitas ini, para anggota dapat bertemu dengan orang-orang yang memiliki kegemaran serupa, berbagi pengalaman, serta saling belajar mengenai kegiatan di alam bebas.
“Kami ingin kegiatan di alam bukan hanya soal naik gunung, tetapi juga menjadi tempat untuk belajar, bertemu teman, dan melakukan sesuatu yang bermanfaat,” Ungkap Silmi Nurul Insani.
Para anggota Raspala Bogor menekankan pentingnya persiapan matang dalam mendaki gunung agar perjalanan aman dan menyenangkan. Persiapan meliputi penentuan jalur, perkiraan cuaca, kelengkapan alat, kondisi fisik, logistik, hingga pemahaman kemampuan anggota kelompok.
“Naik gunung itu bukan cuma soal sampai puncak. Kita harus merencanakan perjalanan dan mempersiapkan diri dengan serius,” Kata Bagin.
Selain keberanian, pengetahuan dasar survival juga menjadi bekal penting saat beraktivitas di alam terbuka. Mengenali medan, memahami kebutuhan dasar, menjaga komunikasi, dan mengetahui batas kemampuan diri adalah kunci keselamatan.
“Justru dari persiapan itu kita belajar untuk lebih bertanggung jawab, karena di alam kita tidak bisa hanya mengandalkan nekat,” Ujar Annisa Rahmawati.
Kecintaan pada alam diwujudkan Raspala Bogor melalui aksi nyata di lingkungan sekitar, salah satunya kegiatan memungut sampah di Sungai Ciliwung. Aksi ini dilakukan berkolaborasi dengan Peduli Ciliwung, memberikan pengalaman baru bagi anggota untuk turut menjaga lingkungan.
“Kalau kita suka naik gunung dan menikmati alam, kita juga harus punya kepedulian untuk menjaganya,” Tutur Roni Ds.
Komunitas ini juga aktif terlibat sebagai relawan dalam situasi bencana, menggunakan pengalaman di alam untuk membantu sesama. Kegiatan sosial ini memberikan makna yang lebih luas terhadap keberadaan komunitas.
“Kami ingin keberadaan Raspala tidak hanya dirasakan oleh anggota, tetapi juga bisa memberi manfaat untuk masyarakat,” Ujar Silmi Nurul Insani, senada dengan semangat Bagin yang menekankan pentingnya saling membantu dalam setiap kegiatan.
Petualangan di alam bukan sekadar mengejar puncak atau foto, melainkan proses belajar perencanaan, kedisiplinan, kerja sama, dan kepedulian. Dari komunitas yang berawal dari inisiatif Dani dan kini berkembang menjadi lebih dari 60 anggota, Raspala Bogor menunjukkan bahwa kecintaan terhadap alam dapat tumbuh menjadi gerakan positif.
Keberadaan Raspala Bogor memperlihatkan bahwa petualangan tidak hanya soal seberapa jauh melangkah, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dapat dibawa pulang untuk lingkungan dan masyarakat.