ENGLISHEN
Home Pertanian Dampak Kemarau Dini, Petani Garut Diimbau Beralih Tanam Selain Padi

Dampak Kemarau Dini, Petani Garut Diimbau Beralih Tanam Selain Padi

Petani di Kabupaten Garut diimbau untuk beralih menanam komoditas non-padi seiring dampak kemarau dini. Dinas Pertanian Garut siapkan langkah antisipasi kekeringan dan potensi gagal panen.

Dampak Kemarau Dini, Petani Garut Diimbau Beralih Tanam Selain Padi
Share

Findy Alfiansyah Penulis

HARIAN EXPRESS, JAWA BARAT – Petani di Kabupaten Garut diimbau beralih ke tanaman palawija untuk mengantisipasi musim kemarau, Senin (20/07/2026).

Dinas Pertanian Kabupaten Garut telah menerbitkan surat edaran yang mengimbau petani untuk mempertimbangkan menanam komoditas selain padi. Langkah ini dilakukan guna mengurangi risiko gagal panen akibat berkurangnya ketersediaan air.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengatakan tanaman palawija seperti jagung, ubi, kacang-kacangan, dan tembakau lebih sesuai ditanam saat musim kemarau karena membutuhkan air yang lebih sedikit.

Menurutnya, petani yang memiliki akses irigasi memadai tetap dapat menanam padi. Sementara itu, pemerintah daerah terus memetakan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan.

Ancaman kekeringan terutama membayangi lahan sawah tadah hujan seluas sekitar 10.301 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Garut.

Data Dinas Pertanian mencatat, pada awal Juni 2026 kekeringan ringan telah terjadi di lahan sawah Kecamatan Singajaya, Cibatu, dan Selaawi. Selain itu, ratusan hektare lahan di 11 kecamatan lainnya juga berpotensi terdampak.

“Kami menganjurkan petani beralih ke palawija selama musim kemarau agar risiko gagal panen dapat diminimalkan, Ujar Ardhy Firdian.

Pemerintah Kabupaten Garut juga telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk membantu petani menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang.

Bantuan lebih dari 90 unit pompa air dari pemerintah pusat telah disalurkan ke berbagai kecamatan. Sementara itu, PDAM Tirta Intan Garut turut mendistribusikan air bersih ke wilayah yang mulai mengalami kekeringan.

Selain bantuan tersebut, pemerintah daerah terus mengidentifikasi daerah rawan kekeringan serta mempercepat pembangunan sistem irigasi perpompaan dan perpipaan guna menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Garut.

Share
Related Articles
Harga Pangan Jabar 21 Juli 2026: Cabai Merah Naik, Rawit Turun
Ekonomi & BisnisPertanian Jawa Barat

Harga Pangan Jabar 21 Juli 2026: Cabai Merah Naik, Rawit Turun

Harga pangan di Jawa Barat pada 21 Juli 2026 bervariasi. Cabai merah...


DMCA.com Protection Status Jaringan Media Siber Indonesia

Kanal

© 2019 - 2026 | PT. Express Persada Linuhung. All Right Reserved