Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, BOGOR – Sebanyak 90 warga di Bojongkerta, Bogor Selatan, terdampak kekeringan air bersih sehingga BPBD menyalurkan 4.000 liter air, Senin (4/8/2026).
Kondisi kekeringan serius telah melanda wilayah Bojongkerta, yang berlokasi strategis di area Bogor Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Fenomena alam ini secara signifikan menyebabkan sumber-sumber mata air serta sumur-sumur milik warga setempat mengering sepenuhnya.
Dampak langsung dari kekeringan ekstrem ini kini dirasakan oleh sekitar 15 Kepala Keluarga (KK), mencakup total 90 jiwa penduduk di lingkungan tersebut. Mereka kini menghadapi krisis air bersih yang mendesak, sangat menyulitkan pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari.
Menanggapi situasi darurat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor segera bergerak cepat dengan mengerahkan timnya. Personil Tanggap Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) dari BPBD Kota Bogor langsung diterjunkan ke lokasi terdampak.
Sebagai bagian dari upaya penanganan, bantuan vital berupa air bersih telah berhasil didistribusikan kepada warga yang sangat membutuhkan. Sekitar 4.000 liter air bersih dialirkan untuk memenuhi pasokan di area-area yang paling terpukul kekeringan.
Proses asesmen di lapangan serta penyaluran air bersih ini dilaporkan telah rampung dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2026. Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, turut memberikan keterangan resmi mengenai operasi tersebut.
“Assessment dan penyaluran air bersih sekitar 4.000 liter sudah selesai dilakukan oleh personil TRC-PB BPBD Kota Bogor di lokasi kejadian,” Ujar Dimas Tiko.
BPBD Kota Bogor juga mengimbau agar masyarakat yang terdampak kekeringan tidak ragu untuk melaporkan kondisi mereka. Pelaporan mandiri dapat disampaikan melalui nomor hotline Pusdalops BPBD di 088809112569.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat mempercepat respons dan bantuan lebih lanjut bagi komunitas yang mengalami kekurangan air.