ENGLISHEN
Home Berita Jawa Barat Proyek Rp 15,8 Miliar Gedung Sate Disorot di Tengah Ribuan PHK Jabar

Proyek Rp 15,8 Miliar Gedung Sate Disorot di Tengah Ribuan PHK Jabar

Proyek penataan Gedung Sate senilai Rp 15,8 miliar di Bandung dipertanyakan di tengah 25.542 PHK di Jawa Barat. Masyarakat dan akademisi mendesak fokus pada ekonomi. Harian Express Jawa Barat.

Proyek Rp 15,8 Miliar Gedung Sate Disorot di Tengah Ribuan PHK Jabar
Share

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, JAWA BARAT – Proyek penataan Gedung Sate senilai Rp15,8 miliar menuai sorotan di tengah gelombang PHK di Jawa Barat, Senin (27/07/2026).

Pemprov Jawa Barat tengah mengerjakan proyek yang menghubungkan halaman Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu. Pekerjaan tersebut dimulai pada April 2026 dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

Proyek itu mencakup pembongkaran Jalan Diponegoro sepanjang 130 meter serta sebuah perpustakaan umum di kawasan Lapangan Gasibu. Kebijakan tersebut memicu kritik dari berbagai kalangan.

Di saat bersamaan, Jawa Barat masih menghadapi gelombang PHK. Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 25.542 pekerja kehilangan pekerjaan sejak 2025 hingga semester I 2026.

Koordinator Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (SP3JB), Herdis Subarja, menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Ia menyebut lebih dari 2.000 pekerja sektor pariwisata kehilangan pekerjaan dalam enam bulan terakhir. Sekitar 1.400 di antaranya merupakan sopir dan kernet bus wisata.

“Saat ribuan warga kehilangan pekerjaan, pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan penciptaan lapangan kerja dan pemulihan ekonomi dibanding proyek yang belum menjadi kebutuhan mendesak,” Ujarnya.

Akademisi Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, menilai PHK berpotensi memicu persoalan sosial apabila tidak segera ditangani melalui kebijakan yang tepat.

Ia mendorong pemerintah lebih fokus mempercepat pertumbuhan sektor perdagangan dan industri agar mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan tingginya angka PHK dipengaruhi besarnya jumlah penduduk dan skala industri di Jawa Barat, serta perlunya menyesuaikan dunia pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja.

Share
Related Articles
Atasi Macet Puncak, Pemkab Bogor Matangkan Rencana Kereta Gantung
ActiveBerita Jawa BaratInfrastrukturPembangunanTransportasi

Atasi Macet Puncak, Pemkab Bogor Matangkan Rencana Kereta Gantung

Pengkajian pembangunan kereta gantung di Puncak Bogor meliputi aspek teknis, lingkungan, hingga...

Kurniati (60) Wafat Kala Mengantre Bantuan Pangan di Bogor
Berita Jawa BaratPeristiwaSorotan

Kurniati (60) Wafat Kala Mengantre Bantuan Pangan di Bogor

Kurniati, 60 tahun, meninggal dunia saat menanti pembagian beras di Bogor pada...


DMCA.com Protection Status Jaringan Media Siber Indonesia

Kanal

© 2019 - 2026 | PT. Express Persada Linuhung. All Right Reserved